Senin, 12 November 2012

12 Juli' 09 - 20:25

         Hidup gadis layaknya sang kaktus ...
Yang hidup digurun pasir
Tanah yang tandus ....
Tiada mematikannya dalam waktu dekat 

         Sekalipun penopang badannya menguning ...
Rapuh menjadi lunak berair
Tetapi ia akan tetap bertahan ....
Tuk hidup lebih lama demi yang lain

         Bagiannya yang berduri 
Hanya untuk melindungi diri sendiri ...
Mensiasati hidupnya
Seperti ciptaan makhluk penuh misteri ...


Minggu, 11 November 2012

23 Juli' 12 - 20:47

         Tak banyak cara yang bisa dilakukan ...
Seperti benteng yang tak mampu menghirup udara
Dari celah-celah keraguan hati....
Memperkokoh tiang-tiang hati dari kata-kata

         Ini sungguh menyayat perlahan ...
Ingin melihat tatapan lembut tanpa bicara
Pahami bahasamu .... Mengirimkan berbagai rasa

         Diam.... 
Caramu atau hanya caraku menikmati rasa....


17Juli' 12 - 00:12

          Kata perkata menjadi penawar bagi rindu terpendam
Menjalar bagai akar yang mencari perairan ...
Tak beranikan diri untuk muncul dipermukaan terjal
Lantunan bahasa hanya sebagai pengganti kehadiran raga

           Ucapan memang penting....
Tapi kesempatan waktu bersama itu jauh lebih penting ...
Bukan untuk menyampaikan kata rindu
Hanya ingin sampaikan pesan melalui kebersamaan
Menikmati setiap detik yang berarti....

           Seperti pertemuan tak tersirat...
Disanalah hatiku menjelma dari sikapmu
Tuhan..... Ku rindu yang kau ciptakan
Izinkan aku menyampaikan yang sesungguh.....


15 Juli' 12 - 22:06

         Dadu dalam gelas kocokan menentukan sejauh mana langkah akan berlalu
Ketika permainan dimulai tak ada kata tuk berhenti
Sekalipun itu untuk mundur selangkah ...
Petak-petak persegi bercorak menjadi latar bagi pemain sejati 

        Sekeras, secepat, selembut apa pun anda goyangkan dadu...
Angka terbanyak, meskipun kenyataan kadang menjadi angka terkecil
Menentukan kekhasan untuk pemain mencapai kesempatan...
Berakhir menjadi pemenang atau mencoba kembali di menit yang lain
  
        Sejati tertawa gembira menatap kekalahan lawan
Kekalahan tak selamanya menjadi cemo'oh
Sejatinya lebih berhati-hati bahwa kenyataan tak selalu ...
Sama seperti yang didapat sebelumnya....

Add caption

1 Agust' 09 - 14:13

       Gadis terombang ambing
di sudutkan dengan banyak pernyataan....
keputusannya menjadi bumerang
hancur menjadi serpihan serpihan kecil
dalam sekejap tanpa mata berkedip....


       Gelap tak hanya tuk malam
melamun di sisi sisi yang tersisa
gundah dan gelisah menjadi teman terhina...
di sampingnya.................

       Kosong....
terus menjalar di langit langit bebas...
tak menjadi tongkat bagi semesta...

Sabtu, 10 November 2012

19 Juni' 12 - 21:30

   Tak berikan angin sebagai penyejukmu...
Hanya saja butuh waktu untuk meraba langit-langitnya
Indah ketika mulai menikmati rasa yang diciptakan
sekian detik bahasamu meruntuhkan keraguan..
   
   Tiang-tiang sekokoh apa pun 
tak akan mampu menopang langitnya...
percayalah, menelusuri duniamu
butuh menikmati semua rasa....

      Andai keraguan dan laranya 
dapat terbayar, dengan keindahan rasa .............